Senin, 27 November 2017

Cara dan Adab Tidur Dalam Islam

Berikut ini adalah Tips Tidur dalam islam yang menjelaskan tentang Etika, adab, cara, posisi  dalam islam yang memiliki khasiat dan manfaat yang tidak di sadari bahwa agama ini mengajarkan umatnya untuk sehat tetapi banyak dari manusia yang mengingkarinya. Coba tidur ala Rasulullah dan Rasakan manfaatnya:
Cara dan Adab Tidur Dalam Islam
1.     Tidak tidur larut malam setelah melakukan sholat isya kecuali di dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang ilmu atau kedatangan tamu atau menemani keluarga, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Barzah:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam (SAW) membenci tidur malam sebelum melakukan (sholat Isya) dan berbincang-bincang (tidak bermanfaat) setelahnya” [H Riwayat Al-Bukhari di No. 568 serta Muslim di No. 647 (235)]
2.     Hendaknya ketika tidur dalam keadaan berwudhu, sebagaimana hadits nya:
“Apabila kamu hendak mendatangi pembaringan (tempat tidur), maka hendaklah melakukan wudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhu mu untuk mengerjakan sholat”  (HR. Al-Bukhari di No. 247 dan Muslim di No. 2710)
3.     Hendaknya mendahulukan pada posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (tulang rusuk kanan sebagai tempat tumpuan) dan berbantal menggunakan tangan kanan, tidak mengapa jika setelahnya berubah posisi di atas sisi kiri (tulang rusuk kiri sebagai tempat tumpuan). Hal ini karna berdasarkan sabda dari Rasulullah:
Berbaringlah di atas rusuk (tulang rusuk) sebelah kananmu”  (HR. Al-Bukhari di no. 247 dan Muslim di no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) apabila tidur meletakkan tangan kanannya kebawah pipi bagian kanannya”  (HR. Abu Dawud di no. 5045, Ibnu Majah di No. 3877, At Tirmidzi di No. 3395 dan Ibnu Hibban di No. 2350)
4.     Tidak dibenarkan tidur dengan posisi telungkup dengan perut sebagai tumpuannya baik ketika melakukan tidur malam atau tidur siang.
“Sesungguhnya (posisi tidur dengan tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai oleh Allah Azza Wa Jalla”  (HR. Abu Dawud sanad shohih)
5.     Membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebelum tidur, di antara lain:
·           Baca ayat kursi
·           Membaca 2  ayat terakhir surat Al-Baqoroh
·           Mengatupkan 2 telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq serta An-Naas lalu 2 telapak tangan mengusap 2 bagian tubuh yang bisa di jangkau dengannya di mulai dari kepala, wajah serta tubuh pada bagian depan, hal ini diulangi sebanyak tiga kali  (HR. Al-Bukhari di dalam Fathul Bari XI/277 di No. 4439, 5016 (cetakan. Daar Abi Hayan) Muslim di No. 2192, Abu Dawud di No. 3902 dan At-Tirmidzi)
6.     Hendaknya diakhiri dengan doa tidur:
“Dengan nama Mu  ya Tuhan ku, saya meletakkan lambungku. Dan dengan menyebut Nama Mu juga saya bangun dari padanya. Apabila Engkau menahan roh ku (kematian), maka berilah rahmat untuknya. Tapi jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih”  (Hadits R. Al-Bukhari di No. 6320, Abu Dawud di No. 5050, Muslim di No. 2714 serta At-Tirmidzi di No. 3401)
7.     Disunnahkan jika hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi lain) ketika tidur malam mengucapkan doa:
“Tidak ada Illah berhak diibadahi (sembah) kecuali Allah yg Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb (tuhan) yang menguasai langit serta bumi dan apa yang ada diantara keduanya, Yg Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”  (Hadits R. Al-Hakim I/540 disepakati serta dishohihkan Imam adz-Dzahabi)
8.     Apabila merasa gelisah, takut, risau ketika tidur malam atau kesepian maka dianjurkan berdoa:
“Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya (kemarahannya), siksa-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, godaan syaitan dan kedatangan mereka kepadaku” (Hadits R. Abu Dawud di No. 3893, At-Tirmidzi di No. 3528)
9.     Menggunakan celak mata ketika tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) senantiasa menggunakan celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau (Rasulullah) akan tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam (SAW) memakai celak pada ke-2 matanya sebanyak 3 kali goresan”  (Hadits R. Ibnu Majah di No. 3497)
10.  Hendaknya mengibaskan/membersihkan tempat tidur dari kotoranketika akan tidur. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW):
“Jika salah seorang dari kalian akan melakukan tidur, hendaklah mengambil potongan kain lalu mengibaskan tempat tidurnya menggunakan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’ (dengan Nama Allah), karena dia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya (dia) tadi”  (Hadits R. Al Bukhari di No. 6320, At-Tirmidzi di No. 3401, Muslim di No. 2714 dan Abu Dawud di No. 5050)
11.  Jika bangun dari tidur hendaknya berdo’a sebelum berdiri dari tempat tidur:
“Segala puji untuk Allah yang telah menghidupkan kami semua setelah ditidurkan Nya serta kepada-Nya kami semua dibangkitkan”  (Hadits R. Al-Bukhari di No. 6312 dan Muslim di No. 2711)
12.  Menyucikan hati dari dengki yang timbul terhadap saudara sesama muslim dan membersihkan dada dari sifat marah kepada manusia.
13.  Hendaknya senantiasa mengevaluasi diri sendiri dan merenungkan kembali perkataan-perkataan dan amalan-amalan yang diucapkan.
14.  Hendaknya bertaubat dari seluruh dosa yang telah dilakukan dan memohon ampun Allah dari dosa yang dilakukan pada hari tersebut.
15.  Sesudah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang terdapat di wajah atau tangan.
“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) dari tidurnya lalu duduk sambil mengusap wajah menggunakan tangannya.” [Hadits R. Muslim di No. (182) 763]
16.  Bersiwak
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) bangun malam membersihkan mulutnya menggunakan bersiwak.” (Hadits R. Al Bukhari di No. 245 serta Muslim di No. 255)
17.  Beristinsyaq serta beristintsaar (menghirup lalu mengeluarkan atau menyemburkan/mengeluarkan air dari hidung)
18.  “Apabila salah seorang dari kalian bangun tidur nya, maka beristintsaarlah 3 kali karena sesunggguh nya syaitan bermalam di rongga hidung nya”  (Hadits R. Bukhari di No. 3295 serta Muslim di No. 238)
19.  Mencuci ke-2 tangan 3 X, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW):
“Apabila salah seorang dari kamu bangun tidur, janganlah dia memasukkan tangannya ke bejana, sebelum dia mencucinya 3 kali”  (Hadits R. Al-Bukhari di No. 162 dan Muslim di No. 278)
20.  Anak laki2 dan perempuan hendaknya dipisahkan dari tempat tidurnya setelah berumur enam tahun. (Hadits R. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
21.  Tidak diperbolehkan tidur hanya menggunakan memakai selimut, tanpa menggunakan busana apa-apa. (Hadits R. Muslim)
22.  Jika mimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya kepada siapapun lalu meludahlah ke kiri 3 kali (diriwayatkan oleh Muslim IV/1772) dan memohon perlindungan kepada Allah (SWT) dari godaan syaitan yang terkutuk serta dari keburukan mimpi yang dilihat (yang dimimpikan). (Itu dilakukan sebanyak 3 kali) (diriwayatkan oleh Muslim IV/1772-1773). Hendak-nya berpindah posisi tidur-nya dari sisi sebelum-nya. (diriwayatkan oleh Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat jika mau. (diriwayatkan oleh Muslim IV/1773)
23.  Tidak diperbolehkan untuk laki-laki tidur ber-2 (wanita juga demikian) dalam satu selimut. (Hadits R. Muslim)

Semoga atrikel atau tulisan PolaHidup.com tenntang Tips Tidur Dalam Islam berguna untuk kita semua. Amin

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon